Solusi Laptop Lemot, Ganti SSD Laptop

Seringkali kita dibuat frustasi oleh laptop atau notebook yang lemot. Laptop lemot membuat pekerjaan jadi kita terhambat, belum-belum mood sudah rusak, buka program lambat, buka data lama, bahkan menunggu booting saja sudah butuh kesabaran ekstra.

Belakangan ini saya bertemu beberapa teman saya yang memiliki masalah serupa, mereka mengeluhkan laptop yang sudah lambat padahal baru berumur sekitar 2 tahun. Ada juga teman lain yang laptopnya memang sudah tua, merasa terganggu dengan performanya, namun tidak ingin membeli laptop baru.

Saya selalu memberikan solusi untuk meningkatkan performa laptop lemot mereka sebagai berikut:

  1. Beli SSD laptop dan casing hard disk external
  2. Clone harddisk lama ke SSD, terutama OS dan aplikasi-aplikasi
  3. Pasang SSD di laptop, pasang HDD di casing external

Sejauh ini, solusi tersebut yang terbaik menurut saya. Keuntungannya:

  1. Performa laptop kencang
  2. Budget minimal
  3. Dapat HDD external

Budget bisa lebih ditekan lagi jika laptop kita memiliki slot CD/DVD drive yang tidak terpakai, CD/DVD drive bisa kita copot dan langsung dipasang SSD, tentunya dengan bantuan SATA caddy. Laptop kita akan terhubungan dengan SSD dan HDD sekaligus. Dalam kasus ini kita bisa membeli SSD yang minim saja untuk menyimpan OS dan aplikasi-aplikasi, set boot drive dari SSD, dan biarkan data sisanya berada di HDD lama.

Langkah-langkah Ganti SSD Laptop, Solusi Laptop Lemot

Pertama, apakah laptop kamu punya CD/DVD drive? Jika punya, apakah masih akan digunakan atau tidak?

Jika laptop kamu memiliki CD/DVD drive dan sudah tidak akan digunakan lagi (sepertinya sekarang CD/DVD sudah jarang digunakan), kita akan mengganti CD/DVD drive tersebut dengan SSD. Maka, yang perlu dibeli adalah:

  1. SSD dengan kapasitas minimal saja
    SSD yang dibeli cukup kapasitas minimal, antara 120-240GB karena SSD akan kita isi hanya dengan OS/Windows dan aplikasi-aplikasi, sedangkan data-data seperti dokumen, foto, video, dan lain-lain tetap di harddisk lama.
  2. SSD/HDD caddy SATA untuk slot CD/DVD
    Perlu diperhatikan, caddy ini ada 2 ukuran ketebalan, ada yang 9.5mm dan 12.7mm. Kamu bisa mengetahui ketebalan yang cocok dengan laptop kamu dengan cara mengukur slot CD/DVD drive dengan penggaris.
Solusi Laptop Lemot, Ganti SSD Laptop

Langkah selanjutnya, bongkar laptopmu. Sebaiknya cari tutorial di Youtube dan pelajari baik-baik struktur laptop kamu, ikuti panduan yang diberikan dan jangan berantakan supaya waktu mau dipasang lagi kamu tidak kebingungan. Biasanya tutorial tersebut bisa kita temukan dengan keyword semacam “[kode laptopmu] disassembly”.

Lepaskan CD/DVD drive laptopmu dan simpan dengan baik. Sebaiknya dibungkus dengan plastik agar tidak berdebu jika sewaktu-waktu ingin dipakai kembali. Pasang SSD yang sudah kamu beli ke caddy nya. Lalu pasang SSD dan caddy tersebut ke slot bekas CD/DVD drive yang tadi kamu copot.

Selanjutnya kamu bisa mulai proses cloning untuk memindahkan OS/Windows dan aplikasi-aplikasi kamu ke dalam SSD supaya proses boot dan tugas-tugas aplikasi berjalan lebih cepat. Untuk tips dan cara cloning harddisk ke SDD bisa dibaca di sini: Ganti Harddisk Tanpa Install Ulang.

Setelah proses cloning selesai, set boot drive kamu ke SSD melalui BIOS, lalu save dan restart. Rasakan perubahannya, laptop lemot yang dulu bikin bad mood sudah berubah 180 derajat.

Jika laptop kamu tidak memiliki CD/DVD drive maka tidak ada jalan lain, harddisk lama harus diganti dengan SSD. Yang perlu dibeli adalah:

  1. SSD dengan kapasitas yang kamu butuhkan
    Kamu harus membeli SSD dengan kapasitas yang sesuai kebutuhan karena OS/Windows, aplikasi-aplikasi, dan semua data yang kamu butuhkan akan tinggal di SSD ini.
  2. Casing harddisk/HDD eksternal 2.5″
    Casing ini digunakan saat proses cloning, lalu dapat kamu gunakan untuk mengubah harddisk lama kamu menjadi harddisk eksternal.

Setelah itu, pasang SSD ke dalam casing eksternal. Colok SSD eksternal tersebut ke laptop kamu. Kita mulai proses cloning. Untuk cloning saya sarankan menggunakan Macrium Reflect. Panduan tutorial cloning harddisk ke SDD dan tips-tipsnya bisa dibaca di sini ya: Ganti Harddisk Tanpa Install Ulang.

Setelah proses cloning selesai, keluarkan SSD kamu dari casing eksternalnya, sekarang waktunya untuk memasang SSD ke dalam laptop. Sebaiknya terlebih dahulu pelajari struktur laptop kamu dan cara bongkar pasang nya. Biasanya dapat kita temukan dengan keyword seperti “[kode laptopmu] disassembly”.

Setelah SSD terpasang, set boot drive ke SSD melalui BIOS, save dan exit. Sekarang kamu sudah bisa menikmati laptop lama dengan performa baru yang jauh lebih kencang.

Kalau bingung harus membeli SSD merek apa, saya pernah menuliskan perbandingan beberapa merek SSD kapasitas kecil di sini: Perbandingan Memilih SSD 120GB Murah dan Bagus.

Sekian solusi yang dapat saya berikan untuk meningkatkan performa laptop yang lemot dengan budget minimal, dengan cara mengganti harddisk dengan SSD.

Kalau kamu bertanya-tanya, kenapa harus ganti SSD bukan tambah RAM atau yang lainnya, saya juga pernah membahas hal ini di sini: Komputer Lemot? Ganti Harddisk Dengan SSD.

Semoga membantu 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *