Parenting: 7 Hal yang Ingin Saya Sampaikan kepada Diri Saya yang Lebih Muda, Ps. Jose Carol

Parenting: 7 Hal yang Ingin Saya Sampaikan kepada Diri Saya yang Lebih Muda, JPCC Marriage & Parenting Seminar 2026, oleh Ps. Jose Carol.

Mengasuh anak. Parenting: 7 Hal yang Ingin Saya Sampaikan kepada Diri Saya yang Lebih Muda, JPCC Marriage & Parenting Seminar 2026, oleh Ps. Jose Carol.

Parenting adalah sebuah keahlian yang harus dikembangkan

Parenting bukanlah sesuatu yang otomatis kita kuasai hanya karena kita sudah menjadi orang tua. Parenting adalah sebuah keahlian yang perlu terus dipelajari, dilatih, dan dikembangkan.

Menjadi orang tua bukan berarti mengendalikan masa depan anak.

Tugas kita adalah membentuk karakter dan identitas mereka, menjadi akar yang kuat agar mereka dapat berdiri, sekaligus memberikan sayap yang kuat agar mereka dapat terbang.

Gambaran dari Mazmur 127

Anak digambarkan seperti anak panah di tangan seorang pahlawan.

Selama anak panah masih berada di tangan kita, kita memiliki kesempatan untuk mengarahkannya.

Namun, anak panah tidak selamanya berada di tangan kita. Pada waktunya, anak panah itu akan dilepaskan dan melesat menuju sasarannya.

Karena itu:

Jangan baru panik ketika anak panah sudah tidak lagi berada di tangan kita.

Kesempatan terbesar untuk membentuk dan mengarahkan anak adalah ketika mereka masih berada dalam tanggung jawab kita.

Ulangan 6:6–7 mengajarkan agar firman Tuhan diajarkan kepada anak berulang-ulang dan dalam berbagai kesempatan kehidupan sehari-hari.

Hal ini sejalan dengan Ulangan 6:6–7, yang mengajarkan agar firman Tuhan diajarkan kepada anak berulang-ulang dan dalam berbagai kesempatan kehidupan sehari-hari.

Use every opportunity.

Bukan hanya mencari momen khusus untuk mendidik anak, tetapi menggunakan setiap kesempatan yang ada.

Dan ada satu kata kunci yang sangat penting dalam parenting:

KEHADIRAN

Salah satu hadiah terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak bukanlah benda atau materi, tetapi kehadiran.

Kehadiran memiliki setidaknya tujuh bentuk.


1. Hadir Secara Fisik

Anak membutuhkan kehadiran kita, bukan hanya uang kita.

Mereka mungkin memiliki semua yang mereka butuhkan secara materi, tetapi tetap dapat merasa kehilangan sesuatu jika mereka tidak memiliki waktu dan kehadiran orang tuanya.

Kehadiran dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana:

  • Makan bersama
  • Mengantar dan menjemput
  • Mengobrol
  • Duduk bersama
  • Menemani aktivitas mereka
  • Meluangkan waktu untuk sekadar berada bersama

Dan kebutuhan ini tidak berhenti ketika anak masih kecil.

Bahkan ketika anak sudah dewasa dan bekerja, kehadiran orang tua tetap berarti.

Bangun koneksi sebelum memberikan koreksi

Salah satu prinsip penting dalam parenting adalah:

Build connection before correction.

Koreksi tanpa koneksi dapat menghasilkan kepatuhan.

Tetapi koreksi yang dibangun di atas koneksi dapat menghasilkan kepercayaan.

Kepatuhan dapat bersifat transaksional: anak melakukan sesuatu karena takut, karena mendapatkan sesuatu, atau karena ingin menghindari hukuman.

Namun, ketika ada hubungan dan kepercayaan, anak belajar menerima arahan karena mereka tahu bahwa orang tuanya mengasihi dan memahami mereka.


2. Hadir Secara Emosional

Tidak cukup hanya berada di rumah.

Hati kita juga harus ada di rumah.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah ketika anak sedang bercerita, tetapi orang tua:

  • Tidak benar-benar melihat anak karena sibuk dengan HP
  • Langsung memberikan solusi
  • Langsung menghakimi
  • Memotong pembicaraan
  • Menganggap masalah anak sepele

Sering kali, ketika anak bercerita, mereka tidak langsung membutuhkan solusi.

Mereka ingin tahu:

“Apakah orang tuaku mengerti apa yang sedang aku rasakan?”

Anak membutuhkan rasa bahwa mereka aman, diterima, dan berharga.

Karena itu:

Dengarkan untuk memahami, bukan untuk menjawab.

Dengarkan.

Tanyakan.

Dengarkan lebih dalam.

Pahami emosinya.

Jangan terburu-buru memperbaiki masalah sebelum kita memahami apa yang sebenarnya sedang dialami anak.


3. Hadir Secara Spiritual

Hubungan anak dengan Tuhan juga banyak dibentuk melalui teladan orang tua.

Kita dapat mengajarkan iman melalui perkataan, tetapi anak terutama belajar melalui apa yang mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari.

Amsal 22:6 mengingatkan pentingnya mendidik anak di jalan yang benar sejak mereka masih muda.

Bayangkan seperti membentuk batang pohon.

Ketika masih muda, batang itu masih lentur dan lebih mudah diarahkan. Ketika sudah besar dan keras, jauh lebih sulit untuk mengubah bentuknya.

Karena itu:

Timing sangat penting dalam parenting.

Anak sering kali memperhatikan orang tua secara diam-diam.

Mereka melihat bagaimana kita menjalani kehidupan.

Mereka membangun persepsi tentang:

  • Apakah Tuhan benar-benar menjadi prioritas dalam hidup kita?
  • Bagaimana kita bersikap ketika marah?
  • Apakah kita jujur?
  • Apakah kita melakukan tipu-tipu?
  • Bagaimana kita menghadapi dosa dan kesalahan?
  • Apakah kita mau meminta maaf?
  • Apakah kita mau mengampuni orang lain?

Tanpa kita sadari, kehidupan kita sedang menjadi pelajaran bagi anak.

Buku pelajaran bagi anak. Parenting: 7 Hal yang Ingin Saya Sampaikan kepada Diri Saya yang Lebih Muda, JPCC Marriage & Parenting Seminar 2026, oleh Ps. Jose Carol.

4. Hadir di Dalam Dunia Mereka

Untuk dapat dekat dengan anak, kita perlu berusaha masuk ke dunia mereka.

Kenali apa yang penting bagi mereka.

Ketahui:

  • Musik yang mereka dengarkan
  • Pelajaran yang mereka sukai dan tidak sukai
  • Guru yang mereka sukai atau tidak sukai
  • Olahraga dan aktivitas mereka
  • Teman-teman mereka
  • Siapa yang mungkin melakukan bullying kepada mereka
  • Siapa yang mereka sukai
  • Apa yang membuat mereka senang
  • Apa yang membuat mereka takut atau sedih

Ketika mereka sedang menghadapi sesuatu yang penting, hadirlah.

Ketika mereka:

  • Ada tugas
  • Menghadapi ulangan
  • Sedang tampil
  • Mengikuti lomba
  • Mengalami kesulitan
  • Sedang sedih
  • Sedang senang
  • Mendapatkan sesuatu yang patut dirayakan

Jadilah orang yang hadir.

“Your world means so much to us.”

Dunia anak berbeda dengan dunia kita.

Mereka berada di different world, different season.

Kita mungkin menganggap sesuatu sebagai masalah kecil, tetapi bagi mereka itu bisa menjadi sesuatu yang sangat besar.

Dan pada akhirnya, salah satu kenangan terbesar yang dibawa anak dari masa kecilnya adalah kehadiran orang tuanya.

Karena itu:

Celebrate who they are, not only what they achieve.

Rayakan siapa mereka, bukan hanya pencapaian mereka.

Jangan sampai anak merasa bahwa mereka hanya layak dirayakan ketika mendapatkan nilai bagus, menang lomba, berprestasi, atau mencapai sesuatu.

Biarkan mereka tahu bahwa mereka berharga bukan karena apa yang mereka capai, tetapi karena siapa mereka.


5. Hadir Saat Mereka Gagal

Anak akan mengalami kegagalan.

Mungkin mereka mendapatkan nilai yang buruk.

Mungkin gagal dalam kompetisi.

Mungkin mengalami patah hati.

Ketika dewasa, mungkin mereka kehilangan pekerjaan atau mengalami kegagalan dalam kehidupan.

Pertanyaannya adalah:

Apakah rumah tetap menjadi tempat mereka untuk pulang?

Rumah seharusnya menjadi tempat di mana anak tahu bahwa:

  • Mereka boleh salah.
  • Mereka boleh ragu.
  • Mereka boleh kecewa.
  • Mereka boleh gagal.

Ketika anak mengalami kegagalan, orang tua perlu belajar menguasai diri sendiri.

Jangan sampai kekecewaan kita justru membuat anak merasa semakin gagal.

Sebaliknya, tetap hadir.

Jadilah tempat untuk pulang.

Jika anak tahu bahwa kegagalan tidak membuat mereka kehilangan kasih dan penerimaan orang tua, mereka akan memiliki keberanian untuk mencoba lagi.


6. Hadir dengan Teladan

Anak tidak hanya belajar dari apa yang kita katakan.

Mereka belajar dari apa yang kita lakukan.

Karena itu, parenting tidak bisa hanya mengandalkan nasihat.

Anak memperhatikan:

  • Cara kita marah
  • Cara kita memperlakukan orang lain
  • Cara kita menyelesaikan konflik
  • Cara kita memperlakukan pasangan
  • Cara kita menghadapi masalah
  • Cara kita meminta maaf
  • Cara kita mengampuni
  • Cara kita mempercayai Tuhan

Kita mungkin mengatakan kepada anak:

“Jangan marah.”

Tetapi mereka akan lebih mengingat bagaimana kita sendiri bereaksi ketika marah.

Kita mungkin mengatakan:

“Harus jujur.”

Tetapi mereka akan belajar dari bagaimana kita menjalani kejujuran ketika tidak ada orang yang melihat.

Karena itu, pertanyaan pentingnya bukan hanya:

“Apa yang saya ajarkan kepada anak?”

Tetapi:

“Apa yang sedang saya contohkan kepada anak?”


7. Hadir Secara Konsisten

Orang tua tidak harus sempurna.

Orang tua bisa gagal.

Kita bisa melakukan kesalahan.

Namun, satu hal yang penting adalah tidak meninggalkan tanggung jawab kita sebagai orang tua.

Ada hal yang dapat didelegasikan.

Tetapi:

Tugas boleh didelegasikan, tanggung jawab tidak bisa.

Konsistensi berkaitan dengan pistos:

Pistos = Setia = Dapat Dipercaya.

Anak perlu tahu bahwa orang tuanya adalah seseorang yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan.

Ketika kita salah, jangan mengelak.

Pasang badan.

Akui kesalahan.

Bertanggung jawab.

Minta maaf.

Menjadi orang tua bukan berarti selalu benar. Justru dengan berani mengakui kesalahan, kita memberikan teladan kepada anak tentang tanggung jawab, kerendahan hati, dan integritas.


Penutup: Pertanyaan yang Perlu Kita Bawa Pulang

Pada akhirnya, parenting bukan tentang apakah kita berhasil mengendalikan masa depan anak.

Kita tidak dapat mengendalikan ke mana anak panah itu akan terbang.

Tetapi selama anak panah itu masih berada di tangan kita, kita memiliki kesempatan untuk mengarahkannya.

Kita memiliki kesempatan untuk membentuk karakter mereka.

Membangun identitas mereka.

Menjadi akar yang kuat bagi mereka untuk berdiri.

Dan memberikan sayap yang kuat bagi mereka untuk terbang.

Yang terutama, hadirlah.

Hadir secara fisik.

Hadir secara emosional.

Hadir secara spiritual.

Hadir dalam dunia mereka.

Hadir ketika mereka gagal.

Hadir melalui teladan.

Dan hadir secara konsisten.

Karena suatu hari nanti anak akan melihat kembali masa kecilnya.

Dan mungkin pertanyaan terpenting yang perlu kita renungkan sebagai orang tua adalah:

“Bagaimana anak saya akan menggambarkan masa kecilnya?”

Bagaimana anak saya akan menggambarkan masa kecilnya? Parenting: 7 Hal yang Ingin Saya Sampaikan kepada Diri Saya yang Lebih Muda, JPCC Marriage & Parenting Seminar 2026, oleh Ps. Jose Carol.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *