Review Router AC1900 TP-LINK Archer C80 vs Archer A6

Beberapa saat yang lalu saya menulis Perbandingan Router AC1200 TP-Link Archer A6 vs Tenda AC10U, maksud hati ingin memilih diantara dua router tersebut, saya akhirnya malah memilih router TP-LINK Archer C80 sebagai pengganti router DIR-612 bawaan internet provider.

Pertimbangan Memilih TP-LINK Archer C80 Dibanding TP-Link Archer A6 dan Tenda AC10U

Router akan sering dipakai, jika tidak bisa dibilang selalu digunakan. Router saya hidup 24/7 alias non-stop, kecuali mati listrik. Dan untuk jaman sekarang, internet bukan lagi hal yang nice to have, tapi sudah menjadi kebutuhan. Maka dari itu, bolehlah spend lebih untuk sesuatu yang akan selalu kita gunakan.

Selain selalu digunakan, router juga dapat digunakan untuk jangka waktu lama. Saya mempunyai router TP-LINK TD-WR8970 yang sudah saya gunakan minimal 5 tahun, masih digunakan sampai sekarang, dan akan terus digunakan. TD-WR8970 adalah jenis modem router ADSL yang sudah discontinued, terbayang kan umurnya. Router TP-LINK Archer C80 ini pun akan saya perlakukan demikian, semoga awet.

Karena akan digunakan dalam jangka waktu yang lama, teknologi yang digunakan harus cukup baru agar tidak cepat ketinggalan dan masih sesuai dengan kebutuhan sampai beberapa tahun kedepan.

Dari sisi harga, router TP-LINK Archer C80 memang hampir 50% lebih mahal. Tapi kembali ke alasan-alasan diatas, daripada harus ganti router lagi 2-3 tahun kedepan, lebih baik sekalian beli yang lebih baik untuk digunakan sampai >5 tahun kedepan.

Seiring dengan harga yang lebih mahal, TP-LINK Archer C80 menawarkan spesifikasi yang lebih tinggi, misalnya dari speed wifi, MU-MIMO nya yang lebih banyak, prosesor yang lebih tinggal, dan lain-lain. Selengkapnya silahkan lihat pada tabel spesifikasi di bawah.

Perbandingan Spesifikasi Router TP-LINK Archer C80 dan TP-Link Archer A6

ParameterTP-Link Archer A6TP-LINK Archer C80
Standard & ProtocolWi-Fi 5
IEEE 802.11ac/n/a 5 GHz
IEEE 802.11n/b/g 2.4 GHz
Wi-Fi 5
IEEE 802.11ac/n/a 5 GHz
IEEE 802.11n/b/g 2.4 GHz
WiFi SpeedsAC1200
5 GHz: 867 Mbps (802.11ac)
2.4 GHz: 300 Mbps (802.11n)
AC1900
5 GHz: 1300 Mbps (802.11ac)
2.4 GHz: 600 Mbps (802.11n)
Antenna4× Fixed High-Performance Antennas
Beamforming
4× Fixed High-Performance Antennas
Beamforming
High-Power FEM
WiFi CapacityDual-Band
2×2 MU-MIMO
802.11ac Wave 2
Dual-Band
3×3 MU-MIMO
802.11ac Wave 2
Airtime Fairness
Working ModeRouter Mode/Access Point ModeRouter Mode/Access Point Mode
Ethernet Ports1× Gigabit WAN Port
4× Gigabit LAN Ports
1× Gigabit WAN Port
4× Gigabit LAN Ports
TombolWPS/Wi-Fi Button
Power On/Off Button
Reset Button
WPS/Wi-Fi Button
Power On/Off Button
Reset Button
Dimensi230 × 144 × 35 mm215 × 117 × 32 mm
Garansi1 tahun1 tahun
Transmit PowerCE EIRP:
<20dBm(2.4GHz)
<23dBm(5GHz)
FCC:
<30dBm(2.4GHz & 5GHz)
CE:
<20dBm(2.4GHz)
<23dBm(5.15GHz~5.25GHz)
FCC:
<30dBm(2.4GHz & 5GHz)
Processor750MHz SoC / 775MHz1.2 GHz CPU
RAM128MB128MB
HargaRp. 490.000Rp. 700.000
Review Router TP-LINK Archer C80 Isi HerwinLab

Kesimpulan Mengenai Router TP-LINK Archer C80

Setelah digunakan selama beberapa hari, berikut review saya tentang Router TP-LINK Archer C80.

Router TP-LINK Archer C80 masih dibawah ekspkektasi saya, terutama dari hal jangakauan sinyal WiFi. Saya berharap dengan 4 antena high-performance, teknologi beamforming, dan High-Power FEM sinyal bisa mengcover area yang jauh lebih luas, namun ternyata tidak berbeda jauh dari router sebelumnya, jika tidak bisa dibilang sama saja.

Dari sisi kecepatan internet saya merasakan peningkatan yang cukup signifikan, antara 30-50% baik download speed maupun upload speed. Untuk kestabilan, normal saja seperti router pada umumnya.

Fitur-fitur seperti NAT, port forwarding, QoS, guest network, dan lainnya tidak begitu saya gunakan.

Menyesal? Tidak, karena saya punya beberapa alasan seperti yang saya tuliskan di atas. Namun jika mengetahui performa yang seperti ini, saya akan lebih memilih mencoba TP-Link Archer A6 saja, sepertinya sudah cukup.

Semoga bermanfaat

6 thoughts on “Review Router AC1900 TP-LINK Archer C80 vs Archer A6”

  1. Pingback: Cara Menghubungkan 2 Router Tanpa Kabel (WDS Bridge - TP-LINK) | Herwin Lab

  2. gan bisa share juga cara setting ketika pertama kali pasang c80 dan setup-nya gmn? soalnya ane mau ganti router bawaan provider internet kabel tapi ga tau bagaiman cara setting router baru

    1. Halo Ael,
      Untuk setup sudah sangat mudah, ketika sudah dipasang, connect ke router dengan user dan password yang ada di belakang router.
      Lalu, akses ke admin panel (192.168.0.1 atau 192.168.1.1), silahkan ikuti beberapa langkah setup yang otomatis muncul saat pertama kali kita akses admin panel.
      Setelah selesai, router akan langsung bisa dipakai.
      Semoga membantu.

    1. Halo Kelvin,
      Kalau router bawaannya sudah ada, lebih baik tetap dipakai saja, jika dirasa kurang, gunakan C80 nya sebagai router kedua (extender).
      Semoga membantu

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *