Rekor Harga Minyak Terendah, COVID-19 Mengukir Sejarah Lagi

Hari ini, 21 April 2020, sejarah kembali terukir karena COVID-19, harga minyak mentah light sweet (WTI) tembus dibawah 0 hingga menyentuh USD -37.63/barrel.

Harga minyak minus? Maksudnya? Harga minus ini berarti pembeli akan diberikan uang jika membeli WTI Crude Oil.

Gimana? Ya, saya tidak salah tulis, dan kita tidak salah baca. Pembeli akan dibayar jika membeli barang. Penjual akan membayar kepada pembeli. Memang sesuatu yang susah diterima dengan akal sehat.

Analoginya begini, dalam keadaan normal, kalau kita mau isi bensin di Pertamina tentu saja harus bayar kan. Kondisi yang terjadi sekarang sebaliknya, Pertamina mengemis sama kita, tolong isi bensin di sini, kalau isi bensin dikasih duit deh.

Harga Minyak Rekor Terendah Akibat COVID-19 Ekonomi

Kenapa harga minyak yang absurd ini bisa terjadi?

Minyak ini terus diproduksi, memotong produksi minyak tidak serta merta segampang itu. Banyak politik, banyak deal di dalamnya. Ada beberapa negara yang kehidupannya bergantung pada produksi minyak. Dan untuk stop dan restart produksi minyak juga tidak mudah dan tidak murah biayanya.

Saya pernah menulis bagaimana Arab Saudi secara emosional membuat keputusan untuk menaikan produksi minyak karena tidak ada deal dengan OPEC+, Perang Minyak Arab Saudi. Hal ini sudah menyebabkan harga minyak yang sudah rendah saat itu, malah jatuh ke jurang yang lebih dalam.

Di sisi lain, dunia kita ini sedang istirahat. COVID-19 menghajar kita cukup telak. Industri pesawat terbang mati suri, ribuan penerbangan yang membakar jutaan liter minyak per hari berhenti. Transportasi menurun drastis karena lockdown dan WFH (work from home), orang tidak lagi isi bensin. Industri-industri lain mengurangi bahkan menghentikan produksi karena tidak ada permintaan. Kesemua ini berdampak pada pemakaian bahan bakar.

Akibatnya terjadi oversupply, tidak ada permintaan, sudah tidak bisa ditampung, minyaknya mau dibuang kemana?

Dampak Ekonomi COVID-19 Terhadap Penerbangan

Kita menghadapai sesuatu yang baru, beyond imagination

Dunia modern ini terkaget-kaget ketika dihadapkan dengan COVID-19, sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan akan menjadi sehebat ini. Terlihat bagaimana kita tidak siap. Negara-negara selama ini terus latihan perang bersenjata, teknologi-teknologi canggih, nuklir, perang cyber, namun kita tidak pernah bersiap menghadapi suatu pandemi.

Ketidaksiapan kita menghadapi COVID-19 terus menciptakan sejarah. Sejarah karantina terbesar, rekor pengangguran tertinggi di Amerika Serikat, sejarah kejatuhan harga saham, rekor harga minyak terendah, rekor penghentian penerbangan, rekor harga emas tertinggi, dan sebagainya.

Dampak yang terjadi terus menggulung dan memukul semua sektor usaha, bahkan sampai ke aspek-aspek terkecil kehidupan kita. Hampir tidak ada yang luput dari terjangan badai ini.

Kiranya Tuhan menjaga dan memberikan hikmat untuk kita, untuk Indonesia, dan untuk dunia ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *