Selamat Tinggal Kopi Instan, Selamat Datang Kopi Bubuk

Saya orang yang suka minum kopi. Bisa dibilang suka, bisa dibilang butuh, bisa juga dibilang kebiasaan, atau malah kecanduan. Hahaha.

Kalau dulu sering minum kopi sachet (kopi instan), terutama merek Indo**** Coff****x, enak sih, sampai sekarang sekali-sekali juga masih minum kopi ini. Sering kali kalau minum kopi sachet yang ini saya tambahkan dengan susu bubuk, jadi lebih kental. Yumm.. Enak 😀

Bahaya Kopi Instan

Lama-lama saya sadar dan mulai mencari tahu, sesekali juga karena membaca artikel di portal berita online mengenai manfaat dan bahaya dari kopi. Kopi sendiri punya manfaat baik bagi kesehatan, tapi kopi sachet ini yang berbahaya karena kandungan gula dan krimer nya yang cukup, kalau tidak bisa dibilang sangat, tinggi.

Kopi baik dan bermanfaat bagi tubuh, tentu dengan kadar konsumsi yang tidak berlebihan, disesuikan dengan kebutuhan dan kesanggupan masing-masing orang. Manfaatnya terutama menghilankan kantuk, lalu meningkatkan fokus, sumber antioksidan, dan lain-lain. Sudah banyak artikel yang menulis manfaat kopi, silahkan dicari sendiri ya :p

Tapi ketika dia sudah menjadi kopi sachet atau kopi instan, biasanya dipaket dengan krimer dan gula, menjadi kopi 3 in 1 (kopi, gula, krimer) atau kopi 2 in 1 (kopi, gula). Nah, inilah yang berbahaya bagi tubuh. Masih ada yang lebih parah lagi, kopi instan itu belum tentu kopi asli, seringkali hanya perasa kopi. Jadi, apa yang kita seduh hanyalah gula rasa kopi.

Gula yang diberikan dalam kopi instan biasanya sangat tinggi, kopi menjadi sangat manis. Ya tentu saja ini untuk melawan rasa asli dari kopi itu sendiri, yaitu pahit. Memang secara alami orang lebih menyukai rasa manis daripada pahit. Tapi rasa manis berlebihan ini datang dengan konsekuensi diabetes.

Lanjut mengenai krimer, krimer ini pada dasarnya adalah lemak. Lemak ini bisa memicu penyumbatan pembuluh darah yang akhirnya memicu stroke atau serangan jantung. Jadi gendut juga bisa.

Kopi Asli Bukan Kopi-Kopian

Nah, setelah menyadari itu semua, saya mulai beralih ke kopi hitam, tanpa gula, tanpa krimer. Tapi… Tetap karena saya malas menyeduh kopi asli yang berampas. Maka saya memilih kopi Nes**** instan, kopi hitam yang ketika diseduh tidak ada ampasnya. Tau kan? Yang bungkusnya kecil itu, suka ada di hotel.

Lalu saya ketemu seorang teman saya, dia juga pecinta kopi, dan lebih dari itu, sebagian hidupnya memang dia dedikasikan untuk kopi. Begitu dia tahu saya minum kopi instan itu, dia langsung berkomentar bahwa itu bukan kopi asli, dan ga bagus, dia menyarankan saya untuk minum kopi yang beneran kopi.

Saya tergerak, dan… Ok, akhirnya saya benar-benar stop minum kopi instan, dan minum kopi asli. Toh saya pikir, saya minum kopi cukup sering, saya harus minum yang sehat. Karena kalau saya minum sembarangan, bisa berbahaya untuk hari depan. Apalah arti menyeduh dan mencuci ampas kopi dibanding kesehatan. Btw, saya sudah ketemu cara menyeduh kopi tanpa ampas, dibaca ya.

Saya diberikan tester oleh teman saya, Kopi Toraja. Rasanya jauh lebih enak dari kopi hitam instan sachet yang dulu saya minum, seperti ada rasa buah. Aromanya pun jauh lebih sedap. Dan tentu saja lebih sehat dan bermanfaat.

Tidak butuh waktu lama, saya sudah memutuskan, kopi inilah yang akan saya konsumsi kedepannya. Selamat tinggal kopi instan.

Abis dikasih coba, akhirnya ketagihan, beli sendiri 😀

Ini Kopi Toraja dan Kopi Aceh Gayo giling halus yang saya beli di Kawaki Santa. Harganya terjangkau, dan kopinya sangat fresh.

2 thoughts on “Selamat Tinggal Kopi Instan, Selamat Datang Kopi Bubuk”

  1. Pingback: Cara Membuat Kopi Tanpa Ampas - Herwin Lab

  2. Pingback: Kawaki Coffee: Kopi Enak Ga Harus Mahal | Herwin Lab

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *