Komputer Lemot? Ganti Harddisk Dengan SSD

Cara meningkatkan performa komputer yang terbaik adalah dengan mengganti harddisk lama dengan SSD.

SSD itu apa? Kalian bisa baca dulu di sini ya: Penjelasan tentang SSD.

Jadi komputer saya yang sekarang umurnya sudah cukup tua, kurang lebih 6 tahun. Tapi karena waktu belinya dengan spek yang cukup bagus, makanya sampai sekarang masih ok lah untuk dipakai sehari-hari. Masalahnya cuma satu, kadang lemotnya bikin emosi. Hahaha.

Saya ga pakai komputer untuk hal-hal berat seperti main game, video editing, graphic design, atau hal lain yang butuh spesifikasi komputer kelas atas. Saya pakai sehari-hari hanya untuk pekerjaan kantor, seperti buka beberapa excel, notes, browsing, buka-buka pdf, buka Youtube, atau streaming badminton 😀

Untuk kondisi normal masih ok lah, tapi beberapa bulan belakangan ini komputer saya sering ga normal, ga ketolong gitu lemotnya, ternyata pas saya buka task manager disk usage nya 100% dan memory usage nya juga lumayan tinggi, padahal komputer baru hidup. Ada apa ini?

Setelah googling, menemukan dan mencoba tips ini itu, mulai dari mematikan fitur-fitur tertentu, membersihkan temporary files, disk cleanup, defrag, dan lain sebagainya, hasilnya masih tidak memuaskan. Biasanya, salah satu cara yang saya lakukan adalah dengan shut down, diamkan beberapa saat, baru coba hidupkan kembali. Karena restart tidak pernah cukup (hidup-hidup masih 100% lagi).

Ok, ketika upaya dari sisi software tidak berhasil, berarti harus masuk ke hardware. Sekarang muncul pertanyaan berikutnya..

Tambah RAM atau ganti harddisk?

Sudah menjadi mitos sejak dulu, komputer lemot solusinya adalah tambah RAM. Tapi apa iya menambah RAM bisa menjadi solusi masalah saya ini? Apalagi sepertinya yang terlihat kritis adalah disk usage.

Sebenarnya menabah RAM adalah solusi yang paling mudah untuk saya, karena RAM harganya lebih murah dari SSD, dan komputer saya lebih bersahabat dengan penambahan RAM, slot RAM yang kosong masih tersedia, sedangkan slot harddisk hanya satu dan sudah terpakai untuk harddisk yang sekarang.

Upgrade SSD atau RAM

Karena ada keraguan, saya sempat bertanya ke beberapa teman, saya kembali googling, membaca beberapa saran dan review, dan menemukan sebuah review yang sangat bagus dari website ini RAM upgrade and/or SSD drive – what’s the benefit?

Setelah memperlajari semuanya, saya memutuskan untuk upgrade harddisk ke SSD.

Lalu, bagaimana dengan slotnya?

Karena data yang ada di harddisk saya cukup besar. Tidak memungkinkan bagi saya untuk mengganti harddisk lama dengan SSD, satu-satunya jalan adalah dengan menambah SSD sambil tetap memakai harddisk lama.

Sempat terpikir untuk menggunakan SSD sebagai external disk, namun saya tidak nyaman dengan opsi tersebut. Usut punya usut, ternyata kita bisa menggunakan caddy, semacam casing untuk SSD agar bisa dipasang pada slot CD/DVD ROM. Harganya murah, sekitar 30.000an.

Berhubung sudah hampir tidak pernah saya menggunakan CD/DVD, akhirnya saya mengorbankan CD/DVD ROM saya untuk dicopot, diganti dengan SSD + caddy nya.

Boot dari SSD

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal kita harus memastikan bahwa sistem operasi (Windows / Linux / dan lain sebagainya) ditempatkan di SSD.

Caranya gimana agar ganti harddisk tanpa perlu install ulang OS dan aplikasi-aplikasi lainnya? Saya copy menggunakan aplikasi yang namanya Macrium Reflect. Selengkapnya kalian bisa baca di sini: Ganti Harddisk Tanpa Install Ulang.

Setelah selesai copy dan setting boot from SSD… Luar biasa!

Semua aplikasi berjalan dengan normal, tidak ada yang perlu install ulang, tidak ada broken link, bahkan penataan desktop saya sama persis seperti sebelumnya. Semuanya sama, kecuali performa kecepatan yang meningkat berkali-kali lipat. Menghidupkan komputer dibawah 10 detik, buka-buka file serba cepat, buka aplikasi cepat.

Puas! Kadar stress karena komputer lemot berkurang 95%. Hahaha.
Oya, saya menggunakan SSD Crucial BX500 240Gb.

Semoga membantu!

2 thoughts on “Komputer Lemot? Ganti Harddisk Dengan SSD”

  1. Pingback: Ganti Harddisk Tanpa Install Ulang - Herwin Lab

  2. Pingback: Perbandingan Memilih SSD 120GB Murah dan Bagus – Herwin Lab

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *